Dampak terhadap Pasar Baja Tahan Karat Tiongkok
Perselisihan Indonesia dan UE Mengenai Larangan Ekspor
Sengketa WTO yang sedang berlangsung
Selama bertahun-tahun, Indonesia dan Uni Eropa berselisih mengenai larangan ekspor bahan mentah penting oleh Indonesia. UE awalnya memenangkan kasus ini di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tapi Indonesia mengajukan banding. Kasus ini masih belum terselesaikan karena kekurangan hakim WTO.
Dampak terhadap Pasar Baja Tahan Karat Tiongkok
Gangguan Pasokan Bijih Nikel
Gangguan pasokan bijih nikel mendorong kenaikan harga feronikel, menyebabkan harga baja tahan karat lebih tinggi di Tiongkok. Meski pasokan produk olahan nikel dari Indonesia ke China masih stabil, Produsen Indonesia masih mengandalkan impor bijih dari Filipina.
Meningkatnya Permintaan Feronikel
Permintaan feronikel Tiongkok terlihat dari besarnya volume impor. Dari Januari hingga April 2024, hampir 3 juta ton diimpor, A 32% meningkat dari tahun sebelumnya. Impor produk nikel rafinasi meningkat 12.8% selama periode yang sama.
Faktor-faktor ini berdampak signifikan terhadap harga feronikel, yang pada gilirannya telah menaikkan harga baja tahan karat Tiongkok.