

1.5 Lembaran Tahan Karat Mm
1.5 lembaran baja tahan karat mm tersedia dalam berbagai tingkatan, termasuk austenitik, feritik, martensit, dan baja tahan karat dupleks. Diantaranya, 304 Dan 316 adalah yang paling umum digunakan karena keseimbangan ketahanan korosinya yang sangat baik, kekuatan, dan sifat mampu bentuk.
Nilai yang berbeda dipilih berdasarkan lingkungan kerja dan persyaratan kinerja, membuat 1.5 baja tahan karat mm merupakan bahan yang sangat serbaguna untuk aplikasi industri dan komersial.
Pertanyaan Cepat
- Keterangan
1.5 lembaran baja tahan karat mm adalah baja tahan karat dengan ketebalan sedang yang umum digunakan dalam fabrikasi industri, konstruksi, perlengkapan dapur, suku cadang otomotif, dan aplikasi teknik umum. Ketebalan ini menawarkan keseimbangan yang baik antara kekuatan, sifat mampu bentuk, dan berat badan, menjadikannya salah satu spesifikasi lembaran baja tahan karat yang paling banyak digunakan.
Nilai baja tahan karat yang berbeda dapat diproduksi di 1.5 ketebalan mm tergantung pada persyaratan ketahanan korosi, sifat mekanik, dan lingkungan aplikasi.
1. Nilai Baja Tahan Karat Austenitik (Paling Umum)
Baja tahan karat austenitik adalah bahan yang paling banyak digunakan 1.5 lembaran baja tahan karat mm karena ketahanan korosi yang sangat baik dan sifat mampu bentuk yang baik.
304 Baja Tahan Karat
- Kelas serba guna yang paling umum
- Ketahanan korosi yang sangat baik di lingkungan normal
- Sifat mampu bentuk dan kemampuan las yang baik
- Banyak digunakan dalam konstruksi, perlengkapan dapur, dan bagian industri
304L Baja Tahan Karat
- Versi rendah karbon 304
- Ketahanan yang lebih baik terhadap korosi intergranular setelah pengelasan
- Cocok untuk struktur yang dilas
316 Baja Tahan Karat
- Mengandung molibdenum (Mo)
- Ketahanan yang lebih baik terhadap klorida dan korosi laut
- Digunakan dalam bahan kimia, laut, dan lingkungan pesisir
316L Baja Tahan Karat
- Versi rendah karbon 316
- Peningkatan kemampuan las dan ketahanan korosi
- Umum dalam peralatan farmasi dan kimia
301 Baja Tahan Karat
- Kekuatan lebih tinggi dari 304 setelah bekerja dingin
- Baik untuk aplikasi pegas dan struktural
- Digunakan dalam komponen otomotif dan industri
2. Nilai Baja Tahan Karat Feritik
Baja tahan karat feritik digunakan jika diperlukan efisiensi biaya dan ketahanan korosi yang moderat.
430 Baja Tahan Karat
- Ketahanan korosi yang baik di lingkungan ringan
- Bahan magnetis
- Umum pada peralatan rumah tangga dan panel dekoratif
439 Baja Tahan Karat
- Peningkatan ketahanan terhadap korosi dibandingkan dengan 430
- Kemampuan las yang lebih baik
- Digunakan pada knalpot otomotif dan komponen struktural
3. Nilai Baja Tahan Karat Martensit
Nilai martensitik digunakan di mana kekerasan dan kekuatan lebih penting daripada ketahanan terhadap korosi.
410 Baja Tahan Karat
- Kekuatan dan kekerasan tinggi
- Ketahanan korosi sedang
- Digunakan pada bagian mekanis dan peralatan industri
420 Baja Tahan Karat
- Kekerasan lebih tinggi dari 410
- Cocok untuk alat pemotong dan komponen tahan aus
4. Nilai Baja Tahan Karat Dupleks
Baja tahan karat dupleks menggabungkan kekuatan tinggi dan ketahanan terhadap korosi.
2205 (S32205)
- Kekuatan tinggi dan ketahanan korosi yang sangat baik
- Ketahanan yang baik terhadap retak korosi tegangan
- Digunakan dalam industri kimia dan lepas pantai
5. Perbandingan Umum 1.5 mm Kelas Baja Tahan Karat
| Nilai | Ketahanan Korosi | Kekuatan | Sifat mampu bentuk | Aplikasi Utama |
|---|---|---|---|---|
| 304 | Tinggi | Sedang | Bagus sekali | Penggunaan industri umum |
| 316 | Sangat tinggi | Sedang | Bagus sekali | Penggunaan kelautan dan bahan kimia |
| 301 | Sedang | Tinggi | Bagus | Bagian struktural dan pegas |
| 430 | Sedang | Sedang | Bagus | Peralatan dan dekorasi |
| 410 | Sedang-rendah | Tinggi | Terbatas | Bagian mekanis |
| 2205 | Sangat tinggi | Sangat tinggi | Sedang | Kimia dan lepas pantai |
6. Faktor Seleksi untuk 1.5 mm Lembaran Baja Tahan Karat
Saat memilih kelas yang sesuai, pertimbangan utama meliputi:
- Lingkungan korosi (dalam, di luar ruangan, laut, kimia)
- Persyaratan kekuatan mekanik
- Kebutuhan pengelasan dan pembentukan
- Efisiensi biaya
- Persyaratan penyelesaian permukaan












