Prinsip acar dan pasif stainless steel
Prinsip acar dan pasif stainless steel
1. Ketahanan Korosi Baja Tahan Karat
Ketahanan korosi pada baja tahan karat terutama disebabkan oleh kandungan kromiumnya yang tinggi (Kr) isi. Misalnya, dalam baja tahan karat 316L, kandungan kromium berkisar antara 16.00% Dan 18.00%. Kromium mudah teroksidasi membentuk encer, lapisan oksida Cr₂O₃ padat di permukaan. Film ini secara signifikan meningkatkan potensi elektroda baja, meningkatkan ketahanannya terhadap korosi di lingkungan pengoksidasi.
Film pelindung, sekitar 1 tebal nm, berfungsi sebagai penghalang terhadap zat korosif. Namun, jika filmnya tidak lengkap, rusak, atau cacat, baja tahan karat yang mendasarinya menjadi rentan terhadap korosi.
2. Tantangan terhadap Permukaan Baja Tahan Karat
Selama fabrikasi dan pemrosesan kapal tanker kimia baja tahan karat, kontaminan dan kerusakan berikut dapat terjadi:
- Kotoran permukaan: Minyak, karat, dan polutan logam dengan titik leleh rendah.
- Kerusakan mekanis: Goresan, pukulan pengelasan, dan percikan.
- Residu inspeksi: Cat dan bahan hasil deteksi cacat atau uji tekanan.
Faktor-faktor ini membahayakan film pasivasi, mengurangi ketahanan terhadap korosi dan membuat material terkena risiko seperti lubang, korosi antar butir, dan retak korosi tegangan.
Pembersihan tangki air laut selama pengoperasian menambah tantangan. Ion klorida dalam air laut mempercepat korosi dengan menyerang lapisan pasivasi. Dalam kondisi yang keras seperti itu, pengawetan dan pasivasi menjadi proses pemeliharaan yang penting.
3. Sifat Dinamis dari Film Pasifasi
Film pasivasi pada baja tahan karat tidak statis. Ini bertindak sebagai lapisan pelindung dinamis yang merespons lingkungan sekitar:
- Kerusakan: Agen pereduksi, seperti ion klorida, dapat menurunkan filmnya.
- Memperbaiki: Agen pengoksidasi, seperti udara, membantu memulihkan film dengan membentuk lapisan pelindung baru.
Meskipun baja tahan karat secara alami membentuk lapisan oksida di udara, lapisan ini seringkali tidak memiliki kekuatan pelindung yang cukup.
4. Efektivitas Pengawetan dan Pasifasi
Pengawetan menghilangkan kira-kira 10 μm dari permukaan baja tahan karat. Aktivitas kimiawi asam memastikan area yang rusak larut lebih cepat, sehingga menghasilkan lebih halus, permukaan yang lebih seragam. Proses ini juga mencapai hal berikut:
- Pembubaran selektif: Besi dan oksida besi lebih disukai dihilangkan dibandingkan kromium dan kromium oksida.
- Pengayaan kromium: Permukaan menjadi kaya kromium dengan menghilangkan lapisan yang kekurangan kromium.
Kemudian, zat pengoksidasi diterapkan, membentuk film pasif yang lengkap dan stabil. Potensi lapisan kaya kromium ini bisa mencapai +1.0V (SKE), sebanding dengan logam mulia, meningkatkan ketahanan dan stabilitas korosi.
5. Kesimpulan
Pengawetan dan pasivasi sangat penting untuk menjaga ketahanan korosi baja tahan karat, terutama di lingkungan yang menuntut. Proses-proses ini mengembalikan dan meningkatkan lapisan pasivasi pelindung, memastikan ketahanan dan fungsionalitas komponen baja tahan karat di kapal tanker kimia dan aplikasi lainnya.