Métal inoxydable

Stainless steel atau logam tahan karat adalah material penting dalam industri modern karena ketahanan korosi, kekuatan mekanik, dan daya tahan yang tinggi. Salah satu jenis stainless steel yang paling populer adalah 304, banyak digunakan di konstruksi, peralatan rumah tangga, industrie alimentaire, dan kimia.

Produksi stainless steel plate melibatkan beberapa tahapan utama, mulai dari pemilihan bahan baku hingga finishing permukaan, dengan kontrol ketat pada suhu, épaisseur, dan proses mekanik untuk memastikan kualitas produk.

1. Sélection des matières premières

Bahan baku stainless steel adalah paduan besi yang mengandung krom, nickel, silikon, mangan, azote, karbon, dan elemen tambahan lainnya. Krom adalah elemen paling penting karena meningkatkan ketahanan korosi. Komposisi paduan menentukan sifat akhir stainless steel, termasuk kekuatan, keuletan, dan ketahanan terhadap korosi.

2. Peleburan dan Penyesuaian (Melting & Adjustment)

  • Bahan baku dilebur di oven busur listrik.

  • Karbon berlebih dihilangkan menggunakan proses AOD (Argon Oxygen Decarburization) ou VOD (Vacuum Oxygen Decarburization).

  • Elemen paduan tambahan (Dans, Mo) ditambahkan sesuai kebutuhan.

  • Penyesuaian dilakukan untuk memastikan homogenitas komposisi kimia.

3. Pembentukan (Casting)

Logam cair dicetak menjadi slab, billet, plaque, bar, atau tube, tergantung kebutuhan akhir. Proses ini menentukan bentuk dasar material sebelum penggilingan.

4. Penggilingan Panas (Laminage à chaud)

  • Plat stainless steel dipanaskan di atas suhu rekristalisasi untuk mempermudah deformasi.

  • Hot rolling dilakukan untuk mengurangi ketebalan dan memperbaiki struktur mikro.

  • Pour 304 acier inoxydable, suhu penggilingan biasanya 1250–1270°C, dengan kontrol ketat agar ketebalan dan sifat mekanik merata.

5. Penggilingan Dingin (Laminage à froid)

  • Dilakukan pada suhu di bawah rekristalisasi untuk meningkatkan presisi dimensi dan permukaan.

  • Cocok untuk kebutuhan ketebalan tipis (0,3–3mm) dan permukaan dekoratif.

6. Recuit / Pelunakan

  • Stainless steel dipanaskan dan didinginkan secara terkendali.

  • Objectif: melunakkan material, meningkatkan ductility, dan mengurangi tegangan internal akibat penggilingan.

7. Élimination du tartre (Descaling / Décapage)

  • Permukaan stainless steel diproses dengan asam nitrat + asam fluorida ou electrocleaning.

  • Menghilangkan skala oksida dan mempersiapkan permukaan untuk finishing.

8. Coupe (Coupe)

  • Stainless steel plate dipotong sesuai ukuran akhir menggunakan tonte, flame cutting, atau plasma cutting.

  • Pemotongan presisi penting untuk memastikan kesesuaian dimensi dan kualitas tepi.

9. Finition / Surface (Traitement de surface)

Stainless steel dapat diolah menjadi berbagai permukaan:

  • Brossé

  • Mat

  • Miroir

  • Sandblasted

Permukaan yang baik meningkatkan estetika sekaligus résistance à la corrosion.

Tableau de données: Spesifikasi & Proses Stainless Steel Plate

Tipe Material Épaisseur (mm) Ukuran Standar (mm) Suhu Hot Rolling (°C) Jenis Rolling Finishing Umum
304 / 316 Laminé à froid 0.3 – 3.0 1000×2000 / 1220×2440 / 1500×3000 1250 – 1270 Cold / Hot Brossé, Miroir, Sandblasted
304 / 316 Laminé à chaud 3.0 – 10 1500×6000 / 1800×6000 / 2000×6000 1250 – 1270 Hot N°1, 2B, BA
Assiette moyenne 304 10 – 50 1500×6000 / 1800×6000 / 2000×6000 1250 – 1270 Hot N°1, 2B, HL
Plaque épaisse 304 50 – 100 1500×6000 / 1800×6000 / 2000×6000 1250 – 1270 Hot N°1, 2B, HL

Jual Plat Inox

Jual Plat Inox 310

Jual Plat Inox 316

Jual Plat Inox 316

Jual Plat Inox 316