Acier inoxydable austénitique

Pada baja tahan karat austenitik, pickling merupakan proses yang krusial untuk memastikan kualitas permukaan, résistance à la corrosion, dan estetika produk akhir. Pemilihan metode pickling harus disesuaikan dengan ukuran benda kerja, jenis stainless steel, kondisi permukaan, dan tuntutan kualitas akhir.

Pengendalian larutan, temps, suhu, dan metode aplikasi akan menentukan keberhasilan proses pickling serta umur pakai produk stainless steel.

Pickling atau proses pengasaman adalah tahap penting dalam pengolahan baja tahan karat, khususnya baja tahan karat austenitik. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan oksida, kerak hasil pengelasan, kotoran permukaan, serta kontaminan besi bebas sehingga permukaan stainless steel kembali bersih, homogen, dan siap untuk proses lanjutan seperti passivation, polissage, atau coating.

Metode Pickling yang Umum Digunakan

Dalam lini produksi pickling stainless steel, metode yang paling umum digunakan meliputi:

1. Metode Perendaman (Immersion Pickling)

Metode ini cocok untuk komponen stainless steel berukuran kecil hingga menengah. Benda kerja direndam langsung ke dalam bak larutan asam.

Perlu diperhatikan bahwa baja tahan karat martensitik harus menggunakan larutan dengan daya korosi yang lebih rendah, sedangkan baja tahan karat austenitik dapat menggunakan larutan pickling yang lebih aktif.

2. Metode Pengelapan / Penggosokan (Wipe Pickling)

Metode ini digunakan untuk benda kerja berukuran besar yang tidak dapat dimasukkan ke dalam bak pickling, comme:

  • Plat stainless steel berukuran besar

  • Bejana tekan

  • Plat komposit stainless steel

Larutan pickling dioleskan menggunakan kain tahan asam dan digosok berulang kali. Area khusus seperti:

  • Sambungan las

  • Heat affected zone (HAZ)

dapat digosok menggunakan kertas amplas tahan air setelah dioles larutan. Terak dan fluks las dapat dibersihkan dengan alat mekanis seperti jarum baja.

3. Metode Pasta Pickling (Pickling Paste)

Untuk komponen besar seperti bejana tekan atau plat komposit, pasta pickling sering digunakan. Pasta dibuat dengan mencampur larutan kimia tertentu dengan bahan pengental mineral hingga berbentuk pasta, kemudian dioleskan langsung ke permukaan benda kerja.

4. Metode Kombinasi / Khusus

Beberapa contoh metode kombinasi meliputi:

  • Untuk pipa berdiameter besar: larutan dioleskan tipis ke bagian dalam pipa, lalu pipa diputar agar larutan bekerja merata.

  • Untuk area lokal seperti sambungan las bejana tekan: permukaan terlebih dahulu digerinda dengan wire brush atau batu gerinda, lalu dioles larutan atau pasta pickling.

Hal Penting dalam Pemilihan dan Penggunaan Larutan Pickling

Pemilihan larutan pickling harus dilakukan secara hati-hati:

  1. Baja martensitik tidak boleh menggunakan larutan sangat agresif karena mudah mengalami korosi lokal. Baja austenitik memiliki toleransi lebih baik terhadap larutan pickling aktif.

  2. Larutan yang mengandung ion klorida memiliki kecepatan pickling tinggi, cocok untuk oksida tebal pada tahap awal. Namun klorida berpotensi menyebabkan pitting corrosion, sehingga setelah pickling awal harus dilakukan tahap lanjutan dengan larutan lain, dan air suling disarankan untuk pencampuran agar terhindar dari kontaminasi klorida.

  3. Permukaan harus selalu basah selama proses pickling manual, rolling pickling, atau pickling paste. Jika permukaan mengering, konsentrasi asam lokal meningkat dan dapat menimbulkan pola kabut atau noda yang merusak tampilan permukaan.

  4. Suhu dan waktu pickling harus dikontrol ketat, karena pickling yang terlalu singkat menyebabkan oksida tidak terangkat sempurna, sedangkan over-pickling dapat menyebabkan etsa berlebihan bahkan kerusakan material.

Vendre des plaques en acier inoxydable

Vendre des plaques en acier inoxydable

Jual Plat Inox Or

Jual Plat Inox Or

Jual Plat Inox Or