Matériau inoxydable

Pemilihan bahan stainless steel untuk pisau tergantung pada keseimbangan antara:

  • Kekerasan dan ketajaman

  • Ketahanan aus

  • Résistance à la corrosion

  • Kemudahan pengasahan

  • Ketangguhan terhadap benturan

Untuk penggunaan umum, 440UN, 12C27, atau AUS-8 menawarkan keseimbangan yang baik. Untuk performa tinggi, 154CM, VG-10, S30V, atau S90V lebih unggul. Sementara baja Damascus lebih menonjol dari sisi estetika sekaligus performa jika dibuat dengan benar.

Dengan menambahkan unsur paduan kromium (Cr), baja tahan karat memperoleh ketahanan korosi yang baik. Stainless steel kelas pisau umumnya mengandung lebih dari 13% chrome, sehingga membentuk lapisan pasif oksida kromium di permukaan yang melindungi logam dari karat dan noda. Sebagian besar pisau dapur modern dibuat dari stainless steel martensitik, karena kombinasi kekerasan, ketajaman, dan ketahanan korosinya.

Berikut adalah jenis-jenis stainless steel yang umum digunakan untuk pisau dan alat potong:

1. Série 400 – Stainless Steel Martensitik

420 / 420J

Sering dianggap sebagai stainless steel kelas rendah. Tahan noda tetapi relatif lunak dan kurang tahan aus. Mudah tumpul, namun cukup tangguh dan tahan benturan.

440UN

Stainless steel karbon tinggi dengan kekerasan lebih baik daripada 420. Memiliki ketahanan aus dan ketajaman lebih baik, mudah diasah ulang, dan cukup tahan korosi.

440C

Memiliki kandungan karbon lebih tinggi dari 440A sehingga jauh lebih keras dan tajam. Ketahanan korosi sedikit lebih rendah dari 440A, tetapi sangat populer karena ketajaman dan ketahanan ausnya.

2. Stainless Steel Kinerja Tinggi

154CM / ATS-34

Stainless steel kelas premium dengan molibdenum untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus. Memiliki retensi tajam yang sangat baik, tetapi lebih sulit diasah dan sedikit kurang tahan korosi dibanding seri 400.

VG-10

Mirip dengan ATS-34 dan 154CM, tetapi dengan tambahan vanadium yang meningkatkan kekerasan, ketangguhan, dan ketahanan aus. Banyak digunakan pada pisau dapur Jepang kelas atas.

S30V

Stainless steel dengan kandungan kromium tinggi (~14%), molibdenum dan vanadium, menghasilkan ketangguhan, résistance à la corrosion, dan retensi ketajaman yang sangat baik, namun lebih sulit diasah.

S60V (CPM T440V) / S90V (CPM T420V)

Diproduksi dengan teknologi metalurgi serbuk (powder metallurgy), mengandung vanadium tinggi, memberikan ketahanan aus dan retensi tajam yang luar biasa. S90V lebih tahan aus dan lebih tangguh dibanding S60V.

3. Stainless Steel Eropa & Japon

12C27 (Swedia)

Komposisinya mirip 440A, menawarkan keseimbangan antara ketajaman, résistance à la corrosion, dan kemudahan diasah. Dengan perlakuan panas yang baik, performanya sangat stabil.

AUS-6 / AUS-8 / AUS-10 (Japon)

Setara dengan 440A / 440B / 440C, tetapi mengandung vanadium untuk meningkatkan ketahanan aus dan retensi tajam.

  • AUS-6 lebih lunak dan tangguh, mudah diasah.

  • AUS-8 lebih keras dan tetap mudah diasah.

  • AUS-10 lebih keras tetapi sedikit kurang tahan korosi.

4. Stainless Steel Khusus

BG-42

Baja bantalan berkadar karbon tinggi dengan molibdenum dan vanadium untuk meningkatkan kekerasan, ketangguhan, dan daya tahan tajam.

Baja Damascus

Baja hasil pengelasan tempa dari dua atau lebih jenis baja yang berbeda, kemudian dietsa untuk menghasilkan pola unik. Selain estetika, jika dibuat dengan baja yang tepat dan proses tempa yang baik, dapat menghasilkan pisau yang kuat, tajam, dan tahan lama.

Jual Plat Inox Or

Jual Plat Inox Or

Jual Plat Inox Or

Vendre une assiette en acier inoxydable 304

Vendre une assiette en acier inoxydable 304