







스테인레스 스틸
Kontrol suhu dan parameter penggilingan adalah kunci untuk stainless steel 304. Suhu yang tepat, ketebalan strip, dan kecepatan rolling harus dioptimalkan untuk:
-
Meningkatkan plastisitas tinggi
-
Mengurangi cacat penggilingan
-
Mengontrol proporsi fasa ferrite dan austenite
-
Memastikan mutu permukaan dan stabilitas mekanik
Pengendalian proses ini memungkinkan stainless steel 304 memiliki performa optimal untuk aplikasi industri, 건설, dan peralatan makanan.
빠른문의
- 설명
Dalam produksi stainless steel 304, kualitas produk sangat bergantung pada kontrol proses penggilingan dan suhu. Untuk meningkatkan mutu material, diperlukan beberapa langkah optimasi pada tahap penggilingan:
1. Kecepatan Penggilingan Kasar
Kecepatan penggilingan kasar harus ditingkatkan, terutama pada beberapa pass terakhir. Dengan bertambahnya jumlah pass dan panjang strip baja, peningkatan kecepatan pada pass akhir secara efektif dapat meningkatkan suhu penggilingan stainless steel 304.
2. Ketebalan Strip pada Penggilingan Menengah
Ketebalan strip di tahap penggilingan menengah sebaiknya dipilih lebih tebal jika kemampuan rolling mill mencukupi. Hal ini dapat secara signifikan mengurangi penurunan suhu selama proses penggilingan.
3. Pemanfaatan Peralatan dan Suhu Keluaran
Dengan optimasi parameter yang tepat, pemanfaatan peralatan penggilingan kasar lebih efisien. Tekanan dan daya penggilingan tidak meningkat, bahkan beberapa pass menunjukkan penurunan. Suhu keluaran pada kondisi yang sama dapat meningkat sekitar 30°C, sambil mencegah cacat material.
4. Hubungan Suhu dengan Struktur Mikro
Meningkatkan plastisitas tinggi stainless steel secara tepat dapat membantu mengendalikan cacat penggilingan.
-
페라이트계 스테인레스강: Pada suhu tinggi, ferritic stainless steel memiliki dua fasa, ferrite dan austenite. Misalnya, jika suhu penggilingan 410S >1100℃, proporsi fasa ferrite meningkat signifikan. 그러므로, suhu pemanasan tidak boleh terlalu tinggi agar kandungan ferrite dapat dikontrol dengan baik. Suhu terlalu rendah dapat menyebabkan presipitasi Cr dan N, mengurangi plastisitas panas.
-
430 스테인레스 스틸: Jika suhu penggilingan <1100℃, fraksi austenite rendah. Transformasi ferrite ke austenite menghambat rekristalisasi, mengurangi kemampuan plastis. Suhu terlalu tinggi menyebabkan pertumbuhan butir cepat, melemahkan plastisitas, meskipun fasa austenite tinggi dapat mendorong rekristalisasi ferrite. Pemilihan suhu harus berdasarkan komposisi dan struktur mikro pada suhu tinggi.
-
Perbandingan dengan Martensitic Stainless Steel: Ferritic stainless steel memiliki butir yang mudah tumbuh, kekuatan tarik antar-butir rendah, dan rentan retak saat diberi tegangan tarik. Dibanding austenitic stainless steel, resistansi deformasi lebih rendah dan tekanan penggilingan lebih kecil. Strip lebih lunak dan mudah mengalami kerusakan permukaan. Misalnya, 410S pada 850°C–1100°C menunjukkan peningkatan fasa martensite seiring kenaikan suhu, 하지만 >1100°C fasa martensite menurun lagi, 그리고 >1250°C fasa ferrite meningkat cepat. Kehadiran dua fasa ini menurunkan plastisitas panas dan menyebabkan distribusi tegangan tidak merata, meningkatkan risiko retak pada antarmuka fasa.














